Kuliah Basic dan Intermediate tentang Pengelolaan Pakan Satwaliar

Perkuliahan dengan topik Pengelolaan Pakan Satwaliar yang disampaikan oleh Drh. Ligaya ITA Tumbelaka diadakan pada hari Jumat, 28 Maret 2014 pukul 17.00 di Gedung Diploma Institut Pertanian Bogor, untuk meningkatkan wawasan anggota Himpunan Profesi Satwaliar IPB, khususnya untuk level basic dan intermediate.

lmu gizi adalah ilmu yang mempelajari segala sesuatu tentang makanan dalam hubungannya dengan kesehatan optimal, oleh karena itu pengetahuan mengenai keseimbangan gizi dalam pengelolaan pakan satwaliar yang berada dalam penangkaran maupun kebun binatang sangat dibutuhkan dalam merawat dan menjaga hewan-hewan tersebut agar selalu berada dalam kondisi sehat walafiat. Bersama dengan keadaan kandang, sanitasi, dan hygiene pakan menjadi poin penting dalam perawatan hewan. Agar nutrisi yang disediakan seimbang, dalam pakan perlu disediakan air, karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral.
Manajemen pakan satwa, memerlukan pengetahuan tentang jenis satwa berdasarkan pakannya, adapun hewan dibedakan menjadi herbivora, karnivora, frugivora (pemakan buah), foligovora (pemakan pucuk daun), omnivira, dan insektivora. Selain jenis pakan, perlu diketahui juga bentuk mulut, susunan gigi, dan sistem pencernaan hewan tersebut. Jumlah pakan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan hidup hewan, sementara cara penyajian dan frekuensi pemberian pakan disesuaikan dengan perilaku alami hewan. Penyusunan formulasi pakan, memerlukan pengetahuan tentang perkiraan berat badan, status hewan (pertumbuhan, bunting, laktasi, kerja), serta pengetahuan tentang makanan satwa dan cara menghitung energi dalam pakan.
Pemberian pakan pada satwaliar membutuhkan banyak percobaan dan pergantian menu pakan. Urutan tata cara pemberian pakan ini meliputi pemberian pakan, penghitungan sisa pakan, penghitungan alometrik, evaluasi pakan, dan pemberian menu yang lebih sesuai. Keberhasilan menu pakan dilihat dari pertumbuhan satwa, keseimbangan berat dan kesehatan satwa, kemampuan reproduksi, dan usia harapan satwa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *