Kuliah Intermediate tentang Manajemen Kesehatan Satwa Liar

Perkuliahan dengan topik Manajemen Kesehatan Satwaliar yang dibawakan oleh drh Pujo Setio, pada hari Senin, 28 April 2014 pukul 18.00 di RK FKH B1, Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor, untuk meningkatkan wawasan anggota Himpunan Profesi Satwaliar IPB, khususnya untuk level intermediate.
Manajemen kesehatan satwaliar penting bukan hanya bagi satwaliar itu sendiri, melainkan juga bagi manusia. Kepentingan lain dari kesehatan satwaliar juga meliputi menjaga perdagangan dan ekonomi yang lebih luas serta melindungi biodiversitas dan spesies terancam dari perdagangan liar. Kesehatan satwa liar juga penting bagi kesehatan hewan domestik (seperti sapi dan kerbau) serta kesehatan manusia sendiri dalam kaitannya dengan zoonosis  atau  penyakit menular dari hewan ke manusia. Saat ini, 60% emerging infectious disease dan re-emerging infectious disease pada manusia didominasi oleh zoonosis, dan 71,8% zoonosis tersebut berasal dari manusia.
Host, agent, dan lingkungan berperan penting dalam penularan penyakit satwa liar. Selain itu, faktor internal (genetik), eksternal (lingkungan, pakan), dan pengelolaan juga berperan penting dalam kesehatan satwaliar. Pengelolaan kesehatan satwaliar mengacu pada jenis hewan,  bioekologi, anatomi – morfologi, fisiologi alat tubuh, perilaku, serta umur dan maturasi hewan. Ekosistem dan posisi hewan juga harus diperhatikan dalam pengelolaan kesehatan satwa liar.
Poin penting yang harus dilakukan dalam manajemen kesehatan satwaliar adalah deteksi dan identifikasi ancaman, penilaian ancaman, pengembangan prioritas dan kebijakan, serta pengukuran mitigasi. Deteksi penyakit dan toksisitas dengan cepat akan membantu dalam pencegahan persebaran penyakit serta memperkecil jumlah kematian,  dampak negative konservasi, dan ancaman penularan penyakit ke manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *