About satwaliar

Web resmi Himpro Satwa Liar FKH IPB.

World Sea Turtle Day

101004

Did you know, female sea turtles will swim across oceans to return to the beach they were hatched on, just to lay her eggs. Let’s honor these beautiful reptiles as we celebrate World Sea Turtle Day!

101001

101002

101000

 

Diskusi Perdana Cluster Wild Carnivore

Famili Felidae

Diskusi perdana Cluster Wild Carnivore dilaksanakan pada hari Kamis, 25 Mei 2017 di Chick n Tea pada jam 19.00 dan dihadiri oleh 9 anggota Cluster Wild Carnivore. Topik bahasan diskusi kali ini dari kelompok 1 Felidae, yaitu Panthera pardus melas (Macan Tutul Jawa). Diskusi dihadiri oleh 9 anggota Cluster Wild Carnivore. Berikut adalah pembahasan mengenai Macan Tutul Jawa.

macan

Gambar 1. Macan tutul jawa

Perbedaan antara macan tutul (leopard) dan jaguar pertama dari wajahnya dapat terlihat lebih macan tutul memiliki wajah yang lebih ramping, tubuh jaguar lebih berotot, dan secara habitat macan tutul berasal dari Afrika atau Asia sementara jaguar berasal dari Amerika.

perbedaan leopard

Gambar 2. Perbedaan Leopard dan Jaguar

Macan tutul jawa termasuk dalam subspecies macan tutul yang merupakan satwa endemik hutan hujan Pulau Jawa, Indonesia. Diperkirakan spesies ini migrasi dari Afrika ke Asia. Ciri warna kulitnya yaitu kuning/oranye berbintik atau hitam (gen resesif). Aktif beraktifitas pada jam 6.00-9.00 pagi dan 15.00-18.00 sore. Mangsanya bervariasi antara lain rusa, tikus, babi hutan, macaca, lutung, dan surili.
Saat ini macan tutul jawa adalah predator utama di hutan hujan jawa, menggantikan harimau jawa (Panthera tigris sondaica) yang telah punah. Meski demikian status konservasi macan tutu jawa juga sudah tergolong kritis. Menurut IUCN (International Union for Conservation of Nature) status macan tutul jawa adalah CR (Critically Endangered). Sementara menurut CITES (the Convention on International Trade in Endangered Species) statusnya adalah Apppendix 1, yaitu perdagangannya hanya diperbolehkan dalam kondisi tertentu dan seizing CITES. Perdagangannya juga diatur dalam Undang-undang Republik Indonesia nomor 5 tahun 1999.

klasifikasi

Gambar 3. Klasifikasi Ilmiah Macan tutul jawa

Saat pengamatan di lapang jejak dari macan tutul jawa yang biasa ditemukan adalah telapak kaki, bekas garukan tanah, bekas cakaran, dan bekas makanan (berupa mirip hairball). Ukuran telapak kaki dapat berguna untuk menentukan panjang tubuh dan bekas garukan tanah dapat memerkirakan jalur dari macan tutul jawa tersebut.

Diskusi Perdana Cluster Primate

Klasifikasi Ordo Primata 

Diskusi perdana Cluster Primate dilaksanakan pada tanggal 27 Maret 2017 di Exvet. Diskusi ini dihadiri oleh 19 orang peserta yang berasal dari berbagai cluster di Himpro Satli FKH IPB. Diskusi pertama Cluster Primate ini membahas tentang ciri khas ordo primata secara umum, pembagian klasifikasi ordo primata ke beberapa subordo, serta pengenalan primata yang ada di Indonesia. Berikut adalah klasifikasi ordo primata

ordo primataSatwa primata termasuk dalam kelas mamalia dengan sub-grup mamalia berplasenta. Karakteristik dari primata antara lain: 1). Memiliki rambut pada hampir seluruh bagian tubuh, 2). Masa menyusui relatif lama, 3). Homeotermal, 4). Mempunyai kemampuan belajar, 5). Tingkah laku fleksibel, 6). Cenderung berpostur tegap, 7). Tangan dan kaki memiliki kemampuan mencengkram, 8). Memiliki penglihatan warna, 9). Posisi mata terletak di bagian depan kepala, 10). Kemampuan penciuman yang tidak begitu baik, dan 11). Berkembangnya ukuran otak.

Primata memiliki wilayah hidup arboreal atau terrestrial. Hewan arboreal berarti hewan yang menghabiskan hidupnya di atas pohon, sedangkan hewan terrestrial adalah hewan yang memiliki wilayah hidup di tanah. Kebanyakan primata berjalan dengan cara quadripedal serta memiliki lengan yang dapat digunakan untuk mengayun. Beberapa jenis primata, khususnya infraordo Platyrrhini memiliki ekor prehensile, yaitu ekor yang memiliki kemampuan mencengkram.

Dalam dunia primata ini, dikenal pula istilah kera dan monyet. Perbedaan kera dan monyet di antaranya adalah 1). Kera memiliki tangan lebih panjang dari kaki, sedangkan monyet relatif memiliki kaki lebih panjang daripada tangan, 2). Kera tidak memiliki ekor, sedangkan monyet memiliki ekor yang relatif panjang.

Primata yang memiliki wilayah hidup di Indonesia di antaranya adalah tarsius, kukang, macaca,  lutung, bekantan, owa dan siamang.

macaca

Gambar 1  Macaca nigra atau Yaki dari superfamily Cercophitecoidea

pongo

Gambar 2  Pongo sp.atau orangutan dari superfamily Pongidae

macaca 1

Gambar 3  Macaca fascicularis atau monyet ekor panjang dar superfamily Cercophitecoidea

tarsius

Gambar 4  Tarsius sp. atau tarsius dari infraorder Tarsiiformes

cebus

Gambar 5  Cebus capuchin atau white-faced capuchin dari superfamily Ceboidea

lemur

Gambar 6. Lemur catta atau ring tailed lemur dari superfamily Lemuroidea

nycticebus

Gambar 7. Nycticebus sp. atau kukang dari superfamily Lorisoidea

Pengurus Himpro Satli 2016-2017

SALAM LESTARI!

Selamat atas terpilihnya BPH,ketua divisi, dan ketua cluster sebagai pengurus Himpro Satli 2016-2017.

Serah terima jabatan Himpro Satwaliar FKH IPB 2016 dilaksanakan pada tanggal 22 Desember 2016 di RK. Reproduksi. Sebelum melaksanakan acara utama yakni penyerahan jabatan yang oleh Ketua Himpro Satwaliar kepengurusan sebelumnya, Gita Angelica U.selaku Ketua kepengurusan baru memperkenalkan seluruh anggota kepengurusan barunya yang meliputi BPH, Ketua Divisi dan Ketua Claster. Kemudian disusul dengan pembacaan sumpah kepengurusan. Pembacaan sumpah pertama dilakukan oleh BPH, dan pembacaan berikutnya dilakukan oleh Ketua divisi dan Ketua claster.

                     Setelah itu, dilanjutkan dengan pendandatanganan surat serah terima jabatan oleh M Sulthan R R sebagai ketua himpro kepengurusan sebelumnya, Gita Angelica U. sebagai ketua himpro kepengurusan 2016-2017. Kemudian dilanjutkan dengan pemberian barang inventaris oleh M Sulthan R R kepada Gita Angelica U. Barang inventaris tersebut yakni, bendera lambang himpro satwaliar, 3 buku mengenai wild animal, 3 DVD mengenai reptil dan primata, serta Harddisk yang berisi data – data penting himpro. Diakhir acara, perayaan acara ini dilakukan dengan berfoto bersama seluruh anggota himpro satwa liar yang hadir saat itu.

Berikut merupakan anggota kepengurusan himpro satwaliar 2016-2017;

1482569467018

Ketua Himpro Satwaliar                 : Gita Angelica U.

Wakil Ketua                                    : Jevnur Effendy

Sekretaris                                       : Nadya Violetha

Bendahara                                      : Yeshika Ayu C.

Ketua Divisi Internal                        : Galih Satria Utama

Ketua Divisi Eksternal                     : Sang Gelegar

Ketua Divisi Pendidikan                   : A. Munawar Rangkuti

Ketua Divisi Infokom                        : Ismah Atika

Ketua claster Wild Aquatic              : Syaruf Sultoni H.

Ketua Claster Herpet                      : Nahar Rifai

Ketua Claster Wild Herbivore         : Suryaningtyas K.

Ketua Claster Wild Carnivore         : Jasmine Arumsari

Ketua Claster Primate                    : Vinka A.

Ketua Claster Wild Ornith              : Asah Hilaliah

SEMINAR NASIONAL DAN WORKSHOP SATWALIAR 2016

expo-4 expo2

Hari pertama acara Seminar Nasional dan Workshop Satwaliar 2016 dimulai dengan Seminar. Seminar terserbut diadakan di gedung Auditorium GMSK IPB. Seminar dimulai pukul 9.30 yang dibuka oleh sebuah tarian merak. Selanjutnya dilanjutkan oleh menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne IPB serta pembacaan tilawah oleh Jumari. Sambutan diberikan oleh I Putu Gede Kusuma Yuda sebagai Ketua Pelaksana, M Sulthon Rasyid Rifai sebagai Ketua Himpro Satwaliar IPB dan  Dr. drh. Ligaya ITA Tumbelaka SpMP, M.Sc sebagai Pembina dan perwakilan FKH IPB yang sekaligus membuka secara resmi acara ini. Setelah itu dilanjutkan dengan photo session  oleh seluruh undangan dan panitia.

Seminar Nasional yang diberi judul Eksistensi Satwa Endemik dirumah Sendiri : Curik Bali ini di moderatori oleh drh. Ridzki M F. Binol sedangkan materi diisi oleh tiga pemateri handal. Pemateri pertama oleh Bambang Wahono Adji selaku Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati, Pemateri Kedua adalah Tony Sumampau yang merupakan Ketua Asosiasi pelestari Curik Bali Indonesia dan materi ketiga disampaikan oleh Supriyanto Akdiatmojo yang berasal dari Mega Bird Farm Indonesia. Masing-masing pemateri diberi waktu 20 menit untuk memaparkan presentasinya selanjutnya diberikan waktu untuk tanya jawab yang dilakukan sebanyak 2 sesi. Setelah seminar selesai, acara break Ishoma bersama dan ada penmapilan hiburan oleh Klinik Nada. Selanjutnya peserta diminta kesan pesan mengenai acara dan ada juga pemberian hadiah kepada penanya terbaik dan lomba foto dengan caption terbaik serta like terbanyak di Instagram yang sekaligus menutup acara pada hari itu. Acara selesai pada puku 13.50.

Hari kedua rangkaian acara Seminar Nasional dan Workshop Satwaliar 2016 dimulai dengan keberangkatan peserta ke TMII Jakarta Timur pada pukul 07.00 WIB. Peserta disambut pihak TMII di Taman Reptil dengan sangat baik. Peserta berkeliling di Museum Komodo dan Taman Reptil sebelum acara dimulai. Pukul 08.30 WIB acara dimulai di Auditorium dengan menonton video tentang reptil dan dilanjutkan dengan sambutan oleh Dr. drh. Ligaya ITA Tumbelaka SpMp, M.Sc sebagai Pembina HIMPRO Satwaliar, I Putu Gede Kusuma Yuda Sebagai Ketua Pelaksana, dan Ir. Unggul Yudiyanto selaku Manajer Taman Burung, Museum Komodo dan Taman Reptilia. Sebelum berpindah lokasi, peserta dan panitia berfoto bersama pihak TMII serta menyerahan kenang-kenangan dari pihak TMII dan pihak HIMPRO Satwaliar.

Pada pukul 10.00 WIB materi workshop  mulai disampaikan oleh drh. M. Piter Kombo. Materi yang disampaikan mulai dari anatomi burung, handling dan restrain, hingga kasus yang sering muncul pada burung. Setelah jeda makan siang dan sholat, kegiatan dilanjutkan dengan praktik workshop di lokasi Karantina Baru TMII. Wokrshop dimulai dengan demo dan praktik handling unggas kecil seperti merpati, jalak kerbau, dan ayam, serta handling burung besar seperti merak hijau dan bangau tongtong. Setelah handling, peserta diajarkan demo dan praktik pengambilan darah, force feeding, dan penyuntikan obat. Terakhir, peserta diberikan satu ekor burung besar dan satu ekor burung kecil tiap meja untuk dilakukan nekropsi. Acara kemudian ditutup oleh drh. Kombo dan peserta diperbolehkan berkunjung mengelilingi Taman Burung TMII.