Press Release Seminar Nasional SATLI: SOS Rhinoceros 2012

Seminar Nasional Satwaliar 2012:

SOS (Save Our Sumateran and Javan) Rhino

Suasana Diskusi Para Pembicara Seminar

 

Badak merupakan salah satu jenis satwa liar endemik Indonesia. Di seluruh dunia terdapat lima spesies badak dan dua spesies diantaranya terdapat di Indonesia, yaitu Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) dan Badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis). Tentunya keberadaan dua spesies badak ini menjadi suatu kebanggaan bagi masyarakat Indonesia, karena Indonesia turut menyumbang sebagian besar kekayaan jenis satwa dunia.

Sayangnya, banyak faktor yang menyebabkan keberadaan populasi badak terancam. Ancaman tanaman pengganggu, sedikitnya populasi badak betina, siklus reproduksi, kondisi habitat, maupun perdagangan cula dan perburuan liar yang dilakukan manusia semakin mendekatkan satwa ini dengan status punah. World Wildlife Fund Indonesia (WWF-Indonesia)  memperkirakan populasi Badak Jawa di Ujung Kulon berada dalam kisaran 26-58 individu dengan nilai rata-rata 42 ekor (data tahun 2000). Balai Taman Nasional Ujung Kulon (BTNUK) mengeluarkan informasi perkiraan populasi Badak Jawa pada bulan Februari-November 2011 jumlah populasi perkiraan 45-55 individu. Tidak hanya Badak Jawa, Badak sumatera juga rawan akan kepunahan. Jumlah Badak Sumatera diperkirakan hanya tersisa 200 ekor.

Menurut IUCN (International Union for Conservatin of Nature), Badak Jawa dan Badak Suimatera dikategorikan ke dalam status critical endangered. Oleh karena itu, kesadaran masyarakat terhadap upaya pelestarian badak di Indonesia perlu ditingkatkan. Untuk mendukung upaya pelestarian badak di Indonesia, Himpunan Minat Profesi Satwaliar Fakultas Kedokteran Hewan IPB yang bergerak di bidang medis konservasi mengadakan seminar nasional sebagai wujud komitmen serta kepedulian terhadap konservasi satwaliar.

Seminar Nasional Satwaliar merupakan agenda tahunan dari Himpro Satwaliar Fakultas Kedokteran Hewan IPB. Pada tahun ini, Himpro Satwaliar bekerjasama dengan Yayasan Badak Indonesia (YABI) melaksanakan seminar nasional satwaliar dengan tema SOS (Save Our Sumateran and Javan) Rhino. Seminar nasional SOS Rhino menghadirkan drh. M. Agil, M.Sc. Agr sebagai dokter hewan yang fokus penelitiannya pada reproduksi badak, Ir. Waladi Isnan dan drh. Dedi Chandra sebagai perwakilan dari Yayasan Badak Indonesia, dan drh. Dewi Ratih Agungpriyono, PhD sebagai perwakilan ahli patologi yang terlibat dalam nekropsi badak dari Suaka Rhino Sumatera (SRS) Lampung yang mati pada tahun 2011.

Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne IPB secara khidmat. Dalam sambutan drh. R.P. Agus Lelana, Sp Mp, M.Si sebagai pembina himpro satwaliar memberi semangat pada peserta seminar dan calon dokter hewan untuk tetap berkontribusi dalam upaya konservasi satwaliar. Dekan Fakultas Kedokteran Hewan drh. Srihadi Agungpriyono, PhD turut hadir dan memberikan sambutan sekaligus membuka acara seminar.

Seminar dilakukan dalam 2 sesi, yaitu sesi penyampaian materi dan diskusi. Sesi seminar dipandu oleh drh. Arifin Budiman Nugraha sebagai moderator. Pembicara pertama adalah drh. Muhammad Agil, M.Sc. Agr menyampaikan topik peran dokter hewan dalam upaya pelestarian badak di Indonesia. Topik ini diambil untuk memberikan pemahaman mengenai wujud kontribusi dokter hewan di bidang konservasi satwa liar, terutama di bidang reproduksi. Beliau menjelaskan tentang proses reproduksi badak dan tantangan bagi dokter hewan dalam mengembangkan ilmu reproduksi untuk mempertahankan keberadaan badak jawa maupun badak sumatera yang telah dikategorikan dalam status critical endangered oleh IUCN.

Pembicara kedua adalah  Ir. Waladi Isnan dan drh. Dedi Chandra dari Yayasan Badak Indonesia (YABI) dengan topik kondisi populasi badak di Indonesia. Topik ini memberikan gambaran data maupun kondisi populasi badak di Indonesia. Drh. Dedi Chandra selaku dokter hewan yang menangani badak di SRS (Suaka Rhino Sumatera) Lampung memaparkan informasi tentang peran SRS dalam konservasi badak sumatera dan tugas beliau dalam merawat badak di suaka ini. Materi yang disampaikan oleh Drh. Dedi Chandra memberikan pengetahuan tentang perawatan dan pengobatan pada satwaliar khususnya badak bagi peserta seminar, terutama mahasiswa kedokteran hewan.

Pemaparan materi ditutup oleh drh. Dewi Ratih Agungpriyono, PhD dosen ahli patologi yang menyampaikan hasil nekropsi badak yang dilakukan oleh Bagian Patologi  Departemen Klinik Reproduksi dan Patologi, Fakultas Kedokteran Hewan IPB. Pada sesi ini disampaikan kelainan yang terjadi pada organ badak torgamba dan  penyebab kematian, serta kajian yang dilakukan secara histopatologi. Penyampaian hasil nekropsi ini menyumbangkan informasi dari sisi medis kedokteran hewan dan menunjukkan pentingnya ilmu forensic dalam dunia veteriner.

Topik-topik yang disajikan dalam seminar kali ini diharapkan  memberikan manfaat untuk pelestarian badak di Indonesia dan memberikan pemahaman mengenai peran medis konservasi kepada masyarakat umum. Seminar dihadiri oleh 112 peserta yang terdiri atas 26 delegasi dari Universitas Udayana, Universitas Gajah Mada, dan Universitas Airlangga serta turut hadir mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan dan Diploma III Paramedik Veteriner Institut Pertanian Bogor.

Seminar ini terselenggara atas dukungan beberapa pihak, yaitu Yayasan Badak Indonesia (YABI), BEM Fakultas Kedokteran Hewan IPB, Pemerintah Kabupaten Bogor, D’alton project, Center for Indonesian Veterinary  Analytical Student (CIVAS), The Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF), WCC Veteriner, dan Vitamin Water dari You C 1000. Seminar ini juga didukung oleh Green TV selaku media partner.

 

Kuliah Pembekalan Magang Himpro Satwaliar 2012

Tanpa terasa liburan semester ganjil sudah di depan mata. Banyak cara untuk mengisi liburan, bisa diisi dengan travelling, backpacking atau kegiatan-kegiatan yang lainnya. Namun Satliers punya cara sendiri untuk mengisi liburannya yaitu dengan magang di lembaga konservasi atau instansi yang berkaitan dengan satwa liar tentunya. Kegiatan magang seperti ini tentunya bertujuan untuk memperkaya wawasan mahasiswa khususnya di bidang satwa liar. Selain itu, kegiatan magang juga bisa melatih soft skill, hal ini karena pada saat magang mahasiswa dituntut untuk mandiri, mulai dari mengurus masalah penginapan hingga perizinan di tempat magang.

Seperti pada liburan semester sebelumnya, liburan kali ini Himpro Satwaliar juga mengadakan magang di beberapa tempat yaitu Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan, Kebun Binatang Surabaya, Kebun Binatang Gembiraloka, Yogyakarta, Kebun Binatang Taman Sari, Bandung, Pusat Penyelamatan Satwa Cikananga, Taman Rekreasi Margasatwa (TRMS) Serulingmas, Banjarnegara, Pusat Konservasi Gajah-TN Waykambas, Lampung, Gelanggang Samudera, Jakarta Utara, Taman Mini Indonesia Indah, dan International Animal Rescue/ IAR, Bogor. Agar kegiatan magang dapat berjalan dengan baik, maka sabtu (14/1/12) Himpro Satwaliar mengadakan kuliah pembekalan magang. Kuliah yang diberikan oleh Danang Dwi Cahyadi ini membahas tentang persiapan-persiapan yang perlu dilakukan sebelum magang, serta penjelasan umum pelaksanaan magang. Kuliah ini cukup penting mengingat kegiatan ini akan membawa nama baik Himpro dan tentunya nama baik FKH IPB.

Kepada semua peserta magang Himpro Satli mengucapkan selamat bertugas, semoga diberi kelancaran dalam menjalankan tugasnya. Terus jaga nama baik Himpro Satli dan jangan lupa untuk membagi pengalaman saat kembali ke kampus. Jaya terus Satli. Salam Lestari! (AS).

Slide presentasi Kuliah Pembekalan Magang Himpro Satwaliar 2012 bisa dilihat di tautan ini

.

Magang Himpro Satwaliar 2012

Salam lestari! Untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan dalam bidang medis satwaliar, pada liburan semester ganjil ini, Himpro Satwaliar menyelenggarakan fasilitasi Magang Kerja Liburan Himpro Satwaliar 2012! Teman-teman memiliki kesempatan magang di beberapa tempat, yaitu:

1. Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan
2. Kebun Binatang Surabaya
3. Kebun Binatang Gembiraloka, Yogyakarta
4. Kebun Binatang Taman Sari, Bandung
5. Pusat Penyelamatan Satwa Cikananga
6. Taman Rekreasi Margasatwa (TRMS) Serulingmas, Banjarnegara
7. Pusat Konservasi Gajah-TN Waykambas, Lampung*
8. Gelanggang Samudera, Jakarta Utara (only Satliers)
9. Taman Mini Indonesia Indah
10. International Animal Rescue/ IAR, Bogor (only Satliers)

Shift 1 : 20 Januari 2012 s/d 29 Januari 2012
Shift 2 : 30 Januari 2012 s/d 8 Februari 2012

#International Animal Rescue/IAR (Only Satliers)
20 Januari 2012 s/d 8 Februari 2012

*Way kambas; persyaratan : Maksimal 10 orang , dengan perbandingan laki-laki : perempuan = 3 : 2 atau 2 : 3.

Pendaftaran paling lambat 29 Desember 2011
Jika BERMINAT..
=>> Kirim sms dengan format NAMA LENGKAP_NRP_TEMPAT MAGANG_SHIFT
ke 081392159854/ 083813663534 (Anggi 46).

Salam lestari!

RUA SATLI 2011 (Dari Satli Untuk Satwa Liar)

Hari Jumat, 16 Desember 2011, Himpro Satwaliar FKH IPB menggelar Rapat Umum Anggota (RUA). Ada tiga agenda penting yang diusung dalam RUA yang dipimpin oleh Agung Sudomo, yaitu Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Kepengurusan Satli 2010/2011, Pembahasan AD/ART, dan Pemilihan Ketua Satli untuk periode 2011/2012.

Satlier’s dari angkatan 43, 44, hingga 46 hadir dalam RUA kali ini. Ditengah kesibukan para satlier’s, mereka menyempatkan diri untuk hadir dalam acara ini. Para satlier’s berkumpul untuk merumuskan yang terbaik untuk Himpro Satli.

Setelah melewati diskusi yang cukup alot, akhirnya LPJ dari kepengurusan Satli 2010/2011 diterima. Banyak sekali rekomendasi yang diterima untuk kebaikan Himpro Satli di masa mendatang. Pembahasan AD/ART juga tak kalah menarik, para peserta sangat antusias membaca pasal demi pasal yang terdapat di AD/ART. Walaupun acara ini merupakan acara yang formal, namun tak jarang terjadi kejadian-kejadian lucu yang terjadi selama RUA berlangsung. Yang paling seru adalah pemilihan ketua Satli untuk periode 2011/2012. Ada lima calon ketua yang semuanya mempunyai kelebihan dan kekurangan. Sampai akhirnya terpilih ketua Satli untuk periode 2011/2012, Irwan Manshur Ahmad, menggantikan ketua periode sebelumnya, A. Pandu Wibisono.

Irwan Manshur Ahmad

Irwan Manshur Ahmad

Satli FKH IPB

Rapat Umum Anggota Satli 2011

Harapan, rekomendasi dan dukungan sudah diberikan kepada ketua yang terpilih. Tentu saja itu semua dilakukan demi kebaikan Himpro Satli di masa mendatang. Semoga dengan terpilihnya ketua baru ini, dapat memberikan semangat baru dan inovasi baru untuk kebaikan satwa liar, habitat satwa liar dan kebaikan ekosistem dunia.

Salam Lestari!

Rapat Umum Anggota HIMPRO Satwaliar 2011

Tanpa terasa sudah setahun kepengurusan Himpro Satwaliar menjalankan roda organisasi ini. Tiba saatnya untuk kembali menggelar musyawarah akbar Himpro SATLI yaitu Rapat Umum Anggota. RUA Satli tahun ini akan dilaksanakan pada tanggal 16 desember 2011 di RK B1 kampus FKH IPB. Acara akan dimulai pada pukul 16.00 WIB.

RUA merupakan salah satu komponen penting dalam tubuh Himpro Satli. Banyak agenda penting yang akan dilaksanakan pada RUA. Salah satunya tentu pemilihan ketua Himpro Satli periode 2012. Oleh karena itu jangan lewatkan momen bersejarah Himpro satli ini.

Salam Lestari!