PELATIHAN MANAJEMEN SATWA EKSOTIK DAN NEKROPSI REPTIL (PMSE-NR)

kuliahMinggu, 22 Mei 2016, Himpro Satwaliar dan Himpro HKSA FKH IPB mengadakan acara PMSE dan Nekropsi Reptil yang dilaksanakan di ruang kuliah FKH A Fakultas Kedokteran Hewan IPB pukul 08.30 hingga pukul 16.30 WIB. Acara ini dihadiri oleh peserta PMSE-NR yang berjumlah 72 orang dengan Drh. Yulyani Dewi Putri dan Drh. Purnomo sebagai pembicara.

Drh. Yulyani Dewi Putri merupakan dokter hewan praktisi yang ahli di bidang satwaliar, akuatik dan eksotik. Pengalaman beliau sangat banyak selama 12 tahun menggeluti dunia kedokteran hewan. Materi yang diberikan oleh Drh. Yulyani Dewi tentang manajemen satwa eksotik. Peserta yang hadir tampak antusias saat mendapatkan ilmu mengenai manajemen satwa eksotik. Hal tersebut dapat dilihat dari beragamnya pertanyaan yang diajukan oleh peserta kepada pembicara dan diskusi mengenai satwa eksotik berlangsung dengan lancar.

mcDokumentasi saat perkuliahan

Kuliah berikutnya mengenai hewan reptil dan nekropsi ular yang disampaikan oleh Drh. Purnomo sebagai dokter hewan yang berpengalaman dalam dunia satwaliar dan reptil. Beliau juga mengajarkan cara handling, sexing, penyuntikan, rute obat, dan pengambilan darah ular kepada seluruh peserta. Kebanyakan peserta merasa takut saat pertama kali ular dikeluarkan. Namun, antusias peserta semakin tinggi setelah salah satu peserta mencoba memegang langsung ular tersebut yang terbilang masih liar dan agresif

Praktikum handling, sexing, penyuntikan, rute obat, dan pengambilan darah ular dilakukan di paddock dan kembali dipandu oleh Drh. Purnomo yang dibantu oleh Dedy Pahlawan, salah satu perwakilan mahasiswa dari Himpro Satwaliar. Kegiatan tersebut berlangsung cukup lama dan ramai karena kebanyakan peserta takut untuk memegang ular. Banyak peserta yang digigit oleh ular-ular yang digunakan dalam praktikum. Namun, antusias mereka semakin tinggi karena merasa tertantang untuk menghandling ular tersebut dengan benar tanpa menyakiti ular tersebut.

handlingFoto saat handling, sexing, penyuntikan, rute obat, dan pengambilan darah ular di paddock

Kegiatan sexing, penyuntikan, rute obat dan pengambilan darah yang cukup banyak memakan waktu karena dibutuhkan keahlian khusus dalam melakukannya. Tak heran jika banyak peserta yang gagal dalam pengambilan darah karena belum terlatih. Kegiatan yang terakhir, yaitu nekropsi ular yang dilakukan secara langsung oleh Drh. Purnomo. Setelah ular selesai dikuliti, peserta kemudian dibagi menjadi beberapa kelompok untuk memperhatikan demonstrasi anatomi ular yang diberikan oleh Drh. Purnomo. Banyak peserta yang kemudian menjadi sangat tertarik dengan ular dan akhirnya memilih untuk membawa pulang ular tersebut dan dijadikan hewan peliharaan di tempat tinggalnya.

Harimau Sumatera

Kuliah Cluster Wild Carnivore:

Harimau Sumatera

CARNI 3

Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) merupakan satu dari enam sub-spesies harimau yang masih bertahan hidup hingga saat ini dan termasuk dalam klasifikasi satwa kritis yang terancam punah (critically endangered)

Berdasarkan data tahun 2004, jumlah populasi harimau Sumatera di alam bebas hanya sekitar 400 ekor saja. Sebagai predator utama dalam rantai makanan, harimau mempertahankan populasi mangsa liar yang ada di bawah pengendaliannya, sehingga keseimbangan antara mangsa dan vegetasi yang mereka makan dapat terjaga.

Harimau Sumatera menghadapi dua jenis ancaman untuk bertahan hidup: mereka kehilangan habitat karena tingginya laju deforestasi dan terancam oleh perdagangan illegal dimana bagian-bagian tubuhnya diperjualbelikan dengan harga tinggi di pasar gelap untuk obat-obatan tradisional, perhiasan, jimat dan dekorasi. Harimau Sumatera hanya dapat ditemukan di pulau Sumatera, Indonesia.

Ciri-ciri Fisik

Harimau Sumatera memiliki tubuh yang relatif paling kecil dibandingkan semua sub-spesies harimau yang hidup saat ini.

Jantan dewasa bisa memiliki tinggi hingga 60 cm dan panjang dari kepala hingga kaki mencapai 250 cm dan berat hingga 140 kg. Harimau betina memiliki panjang rata-rata 198 cm dan berat hingga 91 kg.

Warna kulit harimau Sumatera merupakan yang paling gelap dari seluruh harimau, mulai dari kuning kemerah-merahan hingga oranye tua.

CARNI 4

Ancaman

Harimau Sumatera berada di ujung kepunahan karena hilangnya habitat secara tak terkendali, berkurangnya jumlah spesies mangsa, dan perburuan. Laporan tahun 2008 yang dikeluarkan oleh TRAFFIC – program kerja sama WWF dan lembaga Konservasi Dunia, IUCN, untuk monitoring perdagangan satwa liar – menemukan adanya pasar ilegal yang berkembang subur dan menjadi pasar domestik terbuka di Sumatera yang memperdagangkan bagian-bagian tubuh harimau. Dalam studi tersebut TRAFFIC mengungkapkan bahwa paling sedikit 50 harimau Sumatera telah diburu setiap tahunnya dalam kurun waktu 1998- 2002. Penindakan tegas untuk menghentikan perburuan dan perdagangan harimau harus segera dilakukan di Sumatera.

Populasi Harimau Sumatera yang hanya sekitar 400 ekor saat ini tersisa di dalam blok-blok hutan dataran rendah, lahan gambut, dan hutan hujan pegunungan. Sebagian besar kawasan ini terancam pembukaan hutan untuk lahan pertanian dan perkebunan komersial, juga perambahan oleh aktivitas pembalakan dan pembangunan jalan. Bersamaan dengan hilangnya hutan habitat mereka, harimau terpaksa memasuki wilayah yang lebih dekat dengan manusia dan seringkali dibunuh atau ditangkap karena tersesat memasuki daerah pedesaan atau akibat perjumpaan tanpa sengaja dengan manusia.

Propinsi Riau adalah rumah bagi sepertiga dari seluruh populasi harimau Sumatera. Sayangnya, sekalipun sudah dilindungi secara hukum, populasi harimau terus mengalami penurunan hingga 70% dalam seperempat abad terakhir. Pada tahun 2007, diperkirakan hanya tersisa 192 ekor harimau Sumatera di alam liar Propinsi Riau.

Makanan

Makanan harimau sumatera tergantung tempat tinggalnya dan seberapa berlimpah mangsanya. Sebagai predator utama dalam rantai makanan, harimau mepertahankan populasi mangsa liar yang ada di bawah pengendaliannya, sehingga keseimbangan antara mangsa dan vegetasi yang mereka makan dapat terjaga. Mereka memiliki indera pendengaran dan penglihatan yang sangat tajam, yang membuatnya menjadi pemburu yang sangat efisien. Harimau Sumatera merupakan hewan soliter, dan mereka berburu pada malam hari, mengintai mangsanya dengan sabar sebelum menyerang dari belakang atau samping. Mereka memakan apapun yang dapat ditangkap, umumnya babi hutan dan rusa, dan kadang-kadang unggas atau ikan. Orangutan juga dapat jadi mangsa, mereka jarang menghabiskan waktu di permukaan tanah, dan karena itu jarang ditangkap harimau.

Reproduksi

Umumnya harimau memiliki kemampuan bereproduksi tinggi, namun pada betina ovulasi tidak terjadi secara spontan sehingga membutuhkan beberapa kopulasi agar terjadi ovulasi. Sepasang harimau di penangkaran dapat melakukan hingga 27 kali/hari (Santiapillai dan Ramono, 1985) atau setiap 15-20 menit dengan lama kopulasi 10-30 detik/kopulasi (Tilson dan Jackson, 1994). Harimau betina memasuki masa etrus setiap 3-9 minggu, dengan puncak etrus selama 3-6 hari. Di daerah tropis, estrus dan perkawinan hanya terjadi pada musim gugur (Garden, 1996).

CARNI 5

Lama kebuntingan harimau bervariasi antara 93-111 hari dengan rerata 100 hari (Tilson dan Jackson, 1994). Jumlah anak per kelahiran (litter size) 1-7 ekor (Santiapillai dan Ramono, 1985) dan jarak antar kelahiran (caving interval) 2,0-2,5 tahun (REI, 1988). Anak harimau dilahirkan dengan berat 780-1600 g (Garden, 1996), dengan mata tertutup tetapi sudah berkulit bulu (REI, 1988), membuka mata pada umur satu minggu dan dapat melihat dengan jelas pada umur dua bulan (Jackson, 1990). Garden (1996) menyatakan bahwa umur enam bulan anak harimau mulai disapih, mampu berburu sendiri pada umur 18 bulan dan mencapai kematangan seksual pada umur 3- 4 tahun untuk betina dan 4-5 tahun untuk jantan.

Sistem Sirkulasi

Sistem sirkulasi kucing menggerakkan darah melalui tubuhnya untuk memperbaiki sel-sel yang mati dan  memelihara sel-sel yang ada pada tubuh kucing. Sama halnya dengan manusia, jantung kucing juga terdiri dari empat katup dengan detakan sekitar 120—130 kali per menit. Jantung memompa darah melalui arteri dan kapiler yang tujuannya untuk mendistribusikan nutrisi dan oksigen ke seluruh bagian tubuh.

Pencernaan

Pencernaannya didesain lebih efisien untuk memproses daging menjadi energi. Kandungan asam (acid) yang tinggi pada kucing mampu menghancurkan daging dengan cepat sehingga proses pencernaan lebih cepat dibandingkan dengan manusia.

CARNI 2

Praktikum Tulup

Press Release

Praktikum Tulup

tulup 1 tulup 2

Kegiatan kuliah dan praktikum himpunan profesi satwa liar merupakan program kerja rutin setiap bulan yang berada di bawah divisi pendidikan dan merupakan kegiatan yang wajib diikuti oleh anggota himpro satwa liar.Praktikum kali ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 23 April 2016 di ruang kuliah FKH B2.Materi praktikum yang dilaksanakan kali ini adalah mengenai penerapan pembuatan sebuah alat yang digunakan dalam menangani atau melakukan penyuntikan pada satwa liar, yaitu pembuatan tulup. Peserta praktikum ini terdiri atas sejumlah mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan angkatan 49, 50, dan 51. Praktikum ini dimulai sejak pukul 09.00 pagi hingga pukul 14.00 siang. Dalam pelaksanaannya praktikum kali ini berjalan lancar dan penuh antusias. Terlihat dari keseriusannya para peserta ketika mendengar penjelasan mengenai metode pembuatan tulup oleh salah satu dosen diploma FKH IPB yang sudah lama berkecimpung dalam dunia medik konservasi, Drh Surya Kusuma Wijaya. Sebelum para peserta membuat tulup, terlebih dahulu diberikan penjelasan mengenai manfaat dan penerapan penggunaan tulup di lapangan oleh Drh Jaya, setelah itu dijelaskan tentang metode pembuatan tulup dengan alat dan bahan yang sederhana. Dalam perkuliahan Drh Jaya menjelaskan bahwa penggunaan tulup dapat digunakan sebagai restrain kimia pada satwa liar da npemberian obat. Tulup terdiri atas dua macam, tulup yang terbuat dari satu spuit dan tulup yang terbuat dari duas puit. Perbedaan jumlah spuit mempengaruhi volume cairan atau obat bius yang akan diberikan.  Adapun alat dan bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan tulup adalah 2 buah spuit 3 ml, benang wol, sumbat karet, pipa paralon 5/8 inch sepanjang 1-1.5 meter, lilin, lembesi, kikir besi, danger gaji kecil. Setelah tulup dibuat, kemudian masing-masing peserta diperkenankan untuk melakukan teknik menulup yang baik dan benar dengan mengarahkan spuit dalam pipa paralon dan meniupkannya ke arah papan gabus. Kemudian kegiatan praktikum diakhiri dengan melakukan foto bersama seluruh peserta.

Ordo Artiodactyla Sub Ordo Suiformers

Untitled

DISKUSI CLUSTER WILD HERBIVORE             Ordo Artiodactyla Sub Ordo Suiformes @EXVETSHOP. Kamis 14 April 2016

 

Subordo Suiformes adalah mamalia artiodaktil non-ruminansia yang mencakup family suidae, tayasuidae dan hippotamidae. Anatomi dari Suiformes berbeda dari hewan berkuku genap lainnya. Misalnya, mereka memiliki gigi depan rahang atasyang memungkinkan untuk mengunyah makanan dengan tepat.Kebanyakan binatang berkuku genap memiliki empat ruang perut. Sebaliknya, Suiformes memiliki perut yang sederhana yang memungkinkan diet omnivora.

Hippopotamidae adalah Family yang memiliki dua spesies,keduanya memiliki persebaran diwilayah benua Afrika. Kedua spesies tersebut adalah kuda nil (Hippopotamus Amphibius) dan Pygmy kuda nil (Hexaprotodon Liberiensis).

Hippopotamidae secara historis telah diklasifikasikan sebagai Suiformes unt uk alasan morfologi, tetapi sekarang lebih sering diklasifikasikan sebagai Family dari paus atau Cetacea. Masih belum diketahui dengan pasti mengapa Hippopotamidae diklasifikasikan sebagai Cetacea apakah karena memiliki beberapa ciri yang miripdengan Cetaceaatau hasil konvergensi evolusi. Selain mereka hidup air, kuda nil dan Cetacea keduanya memiliki testis diinternal kulit, dan melahirkan di dalam air dengan fetus yang dikeluarkan pertama keluar adalah bagian belakang. Penelitian terbaru mengatakan kuda nil bawah laut menunjukansuara yang terdengar mirip dengan sonar digunakan oleh Cetacea.

Hippopotamus Amphibious

amphibiousamphibious 2

 

 

 

Kuda nil tergolong Rentan oleh IUCN Red List

Kuda nil memiliki panjang tubuh 300-540cm,tinggi 130-165cm danberat hingga 3200kg. Punggung berwarna abu-abu keunguan dan kecoklatan, dengan bagian bawah merah muda. Ada bercak merah muda pada wajah, terutama di sekitar mata, telinga, dan pipi. Rambutnya tersembunyi dan hampir terlihat tak memiliki rambut. Rambutnya dibasahi oleh kelenjar lendir yang dikeluarkan berupa cairan kemerahan. Tubuhnya besar dan didukung oleh kaki pendek. Mulutnya bisa dibuka sangat lebar untuk memperlihatkan taring yang besar dan melengkung.

Masa kehamilan 8 bulan, dengan 1 anak. Kuda nil disapih saat berumur sekitar 6-8 bulan. Dewasa kelamin pada betina sekitar umur 4-10 tahun, sedangkan jantan 7-12 tahun. Kuda nil dapat hidup selama 50 tahun, namun rata-rata berumur sekitar  30-40 tahun. Kuda nil hidup secara berkelompok yang terdiri dari 10-15 ekor. Hidup di perairan air tawar seperti sungai dan rawa di benua Afrika.

Kuda nil menghabiskan sebagian besar hari dengan berkubang, beristirahat, dan berenang di atau dekat air. Dilihat dari anatominya, kuda nil memiliki kepala yang lebar dengan mata dan hidung yang berada diatas yang memungkinkan untuk tetap berada di atas air sementara kuda nil terendam. Kuda nil biasanya berendam selama 3-5 menit, meskipun mereka dapat tinggal di bawah selama 30 menit. Pada malam hari, mereka muncul dari air untuk merumput. Konsumsi sehari-hari seekor kuda nil adalah 1-1,5% dari berat tubuhnya, dibandingkan dengan rata-rata 2,5 % untuk sebagian besar ungulata lainnya.

Hexaprotodon Liberiensis

liberians

liberians 2

 

 

 

 

Pygmy kuda nil tergolong langka oleh IUCN Red List

Bentuk tubuh Pygmy kuda nil mirip dengan kuda nil (Hippopotamus Amphibius), tetapi jauh lebih kecil. Dengan panjang tubuh 142-175 cm, tinggi 75-100 cm dan berat hingga 272 kg. Perbedaan fisik antara kedua spesies kuda nil adalah penempatan mata, yang lebih ke arah sisi kepala pada pygmy kuda nil, kakinya tidak berselaput seperti kuda nil umumnya, pygmy ini cenderung memiliki kulit yang lebih halus, serta punggungnya berwarna hitam kehijauan. Masa kehamilan 6-7 bulan, dengan 1 anak. Pygmy disapih saat berumur sekitar 6-8 bulan. Dewasa kelamin pada umur 4-5 tahun. Umurnya dapat mencapai 42 tahun. Kawin berlangsung di darat dan di air selama jangka waktu dua hari, dimana 1-4 kopulasi mungkin terjadi. Pygmy merupakan hewan yang soliter. Pygmy kuda nil memiliki banyak tempat beristirahat di daerah mereka yang digunakan khusus ketika tidur. Tempat beristirahat biasanya ditemukan pada wilayah yang lembab. Pygmy kuda nil mencari makanan pada daratan yang lebih tinggi, tanah kering, dan aktif antara jam 6 sore dan tengah malam.

 

 

 

Pengelolaan Kesehatan pada Burung

Press Release

Kuliah Umum Himpunan Profesi Satwa Liar FKH IPB

Pengelolaan Kesehatan pada Burung

Kuliah umum Himpro Satwa Liar ini adalah kegiatan rutin yang diadakan setiap satu bulan sekali oleh divisi Pendidikan Himpro Satwa Liar. Kuliah kali ini dilaksanakan pada hari Jumat, 8 April 2016, bekerjasama dengan cluster Wild Ornith. Pemateri pada kuliah umum ini mengundang dokter praktisi satwa liar yang juga merupakan alumni FKH IPB dan kini menjabat sebagai kepala taman burung Taman Mini Indonesia Indah, serta aktif dalam konservasi perburungan di Indonesia yaitu Drh. M PiterKombo. Kuliah umum ini juga dihadiri oleh salah satu pembina sekaligus dosen yang ahli dalam bidang wild animal yaitu Dr. Drh. Ligaya ITA Tumbelaka, SpMP, M.Sc. Kegiatan ini mengundangan tusiasme peserta tidak hanya anggota himpunan profesi satwa liar fkhipb, tapi juga diikuti oleh sejumlah teman-teman dari himpunan profesi Ornithologi dan Unggas, Ruminansia, HKSA, dan Fakultas Kehutanan IPB.

Kuliah umum kali ini mengangkat tema tentang “Pengelolaan Kesehatan pada Burung”.Kuliah ini berjalan lancar dan tertib, sarat dengan ilmu-ilmu baru mengenai medik konservasi perburungan di Indonesia, sesuatu yang tidak akan leluasa didapatkan di bahan ajaran kuliah seperti biasanya. Kuliah dimulai pada pukul 17.00 hingga 20.00 meskipun begituan tusiasme peser tauntuk mendapat ilmu tambahan ini sangat tinggi, dilihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan oleh peserta kepada pemateri tidak terbatas pada substansi kuliah melainkan juga isu-isu terkini terkait dunia perburungan di Indonesia. Selain membahas tentang dunia medis, dalam diskusinya Dokter Kombo juga menyampaikan bahwa untuk menjadi dokter hewan satwa liar secara umum memang kita harus mencintai dan memahami terlebih dahulu dasar-dasar ilmu Kedokteran Hewan. Setelah memegang dasar keilmuwan medis dalam dunia kedokteran hewan, selanjutnya ingin menjadi ‘dokter hewan semacam apa’ adalah atas dasar kebijakan hati dengan melihat peluang yang tidak banyak dicari oleh orang-orang, selain itu juga menjadi pribadi yang fokus dan unik maka ilmu kita pasti akan dicari. Salah satu peluang bidang kedokteran yang masih banyak dibutuhkan di Indonesia adalah bidang medik konservasi satwa liar khususnya perburungan, mengingat Indonesia adalah negara yang kaya akan mega biodiversity flora faunanya, meskipun cukup berat dan beresiko namun akan sangat luar biasa apabila kita dapat berhasil untuk serius menekuni bidang medis konservasi satwa liar ini di Indonesia.