PAKAR BADAK IPB UNIVERSITY: PENURUNAN POPULASI BADAK AKIBAT ABNORMALITAS REPRODUKSI

Badak sumatera adalah salah satu spesies satwa endemik Indonesia yang terancam punah. Penurunan populasi sebanyak 90 persen pada empat dekade terakhir disebabkan oleh perburuan liar dan kehilangan habitat. Bukti terbaru mengungkapkan bahwa penurunan populasi badak disebabkan oleh kegagalan reproduksi.

Menurut Dr. Drh. Muhammad Agil, MSc, Agr., Pakar Badak IPB University lebih dari 70 persen badak sumatera diselamatkan dari populasi terisolasi atau ‘doomed rhino’ mengalami abnormalitas organ reproduksi (tumor dan kista) serta gagal bunting. Beliau memaparkan hal tersebut pada Kongres ke-2 Asosiasi Reproduksi Hewan Indonesia (ARHI), Sabtu (30/1).

Dr. Drh. Muhammad Agil, MSc, Agr. menjelaskan bahwa abnormalitas organ reproduksi ini disebabkan oleh “Allee Effect” akibat populasi badak di alam yang sangat sedikit sehingga peluang badak untuk bertemu dan melakukan perkawinan pada waktu yang tepat sulit terjadi.

Faktor lain penyebab penurunan populasi badak adalah badak tidak dapat bunting dalam waktu yang lama. Organ reproduksi terpapar estrogen dalam waktu lama akibat lama tidak bunting serta gangguan yang terjadi pada proses perkembangan embrio.

Dosen di Departemen Klinik, Reproduksi dan Patologi, Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) IPB University ini menyebutkan gangguan-gangguan organ reproduksi yang telah ditemukan, yaitu tumor uterus pada badak Rosa di Suaka Rhino Sumatra (SRS) Way Kambas, kemungkinan tumor ovarium pada badak Pahu di SRS Kelian Kutai Barat, tumor pada organ reproduksi badak muda yang ditemukan mati di alam, dan kista uterus pada beberapa badak betina yang mati di penangkaran (Schafer, Agil & Zainuddin, 2020).

Pencegahan kepunahan dan upaya memaksimalkan fungsi individu badak sumatra di SRS untuk propagasi dapat diupayakan dengan pengembangan dan aplikasi Assisted Reproductive Technology (ART). Tujuan pengembangan ART adalah memaksimalkan pemanfaatan plasma nutfah (sumber genetik) badak-badak tersebut dalam menghasilkan embrio.

Upaya penerapan teknologi reproduksi berbantuan (Assisted Reproductive Technology, ART) pada badak sumatra telah dilakukan beberapa tahun yang lalu.

Sumber: https://ipb.ac.id/news/index/2021/02/pakar-badak-ipb-university-lebih-dari-70-persen-badak-sumatera-alami-abnormalitas/56f05f1f5be474958c8f72005e86f492

Leave a Reply

Your email address will not be published.