WILDLIFE CAMPAIGN 2021

Himpunan Minat Profesi Satwa Liar Fakultas Kedokteran Hewan IPB University menyelenggarakan “Wildlife Campaign 2021” bertema “Indonesia’s Last Dinosaur : The Komodo Dragons” pada Sabtu (11/9) dan Minggu (12/9) secara daring melalui platform Zoom dan Youtube Live Streaming. Acara ini bertujuan memperkenalkan, meningkatkan kesadaran, menyebarluaskan usaha konservasi, serta menambah wawasan mengenai medik konservasi komodo kepada anggota Himpro Satwa Liar serta masyarakat umum agar dapat meminimalisir masalah dan konflik yang mungkin terjadi antara manusia dengan satwa liar.

Wildlife Campaign 2021 terdiri atas tiga rangkaian kegiatan, yaitu Pre-event Wildlife Campaign 2021 dilaksanakan selama 27 hari dan Webinar yang bertajuk “Indonesia’s Last Dinosaur : The Komodo Dragons” dilaksanakan pada Sabtu (11/9) dan Minggu (12/9).

Rangkaian acara Wildlife Campaign 2021 dibuka dengan pre-event yang diharapkan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap satwa liar dengan berkarya. Jenis lomba pada pre-event Wildlife Campaign 2021, yaitu lomba mewarnai, lomba menggambar, lomba poster, dan lomba virtual campaign. Peserta lomba pre-event adalah anak berusia 5 tahun hingga mahasiswa aktif program sarjana maupun diploma.

Acara utama dari Wildlife Campaign 2021 adalah Webinar bertema “Indonesia’s Last Dinosaur : The Komodo Dragons” yang terbagi menjadi dua sesi. Sesi talkshow hari pertama menghadirkan dua narasumber, yaitu  Dr. drh. Slamet Raharjo, MP. selaku dokter hewan satwa eksotik dan Yayasan Herpetofauna Indonesia.

Dr. drh. Slamet Raharjo, M.P. menyampaikan aspek medis dari komodo, mulai dari fisiologi dan anatomi komodo, evolusi pada komodo, serta penyakit umum dan spesifik pada komodo. Narasumber kedua, yaitu Yayasan Herpetofauna Indonesia memaparkan aspek manajemen dan pelestarian dari komodo. Aspek manajemen meliputi pakan, kandang, medical check-up, dan penerapan kesejahteraan dari komodo, sedangkan aspek pelestarian pada komodo meliputi peran penting reptil bagi ekosistem, gangguan dalam upaya pelestarian komodo, baik internal maupun eksternal, serta peran dari Yayasan Herpetofauna Indonesia dan masyarakat dalam pelestarian reptil endemik Indonesia, khususnya komodo.

Sesi talkshow hari kedua mengundang narasumber, yaitu Achmad Ariefiandy, S.Si., M.Phil. selaku Project Manager for Komodo Dragon Monitoring and Conservation, Research Officer at Komodo Survival Program dan M. Ikbal Putera, S.Hut, M.Si. selaku Forest Ecosystem Manager at Komodo National Park.

Achmad Ariefiandy, S.Si., M.Phil. memaparkan upaya yang dapat dilakukan masyarakat terkait konservasi dari komodo serta campaign mengenai visi dan misi dari Komodo Survival Program. Beliau juga menjelaskan pentingnya peran komodo dalam ekologi, penyebab penurunan populasi komodo, pentingnya monitoring populasi komodo, dan peran penting dari community awareness bagi konservasi komodo. Narasumber kedua, yaitu M. Ikbal Putera, S.Hut, M.Si. menjelaskan peran dari konservasi satwa in-situ bagi komodo, yaitu Taman Nasional Komodo. Beliau menyampaikan program yang dilaksanakan Taman Nasional Komodo dalam rangka pelestarian dan perlindungan komodo, yaitu program breeding, monitoring, serta program pembangunan Eco Tourism. Selain itu, beliau juga menyampaikan beberapa kendala yang dihadapi dalam upaya pelestarian komodo, salah satunya adalah pandemi Covid-19 yang berdampak pada perubahan ekologi terhadap pelestarian komodo.

Kegiatan Wildlife Campaign hari kedua ditutup dengan pengumuman pemenang lomba Pre-Event Wildlife Campaign 2021.

Terima kasih kepada sponsor kami:

Leave a Reply

Your email address will not be published.